Inmarc’s News

22, Agustus, 2010

PENGARUH PENCITRAAN, MOTIVASI BELI DAN KOMUNIKASI (AIDDA) TERHADAP PENDAPAT PEMBACA TENTANG PERLUASAN MEREK

Filed under: Komunikasi — inmarcomm @ 9:50 pm
PERMASALAHAN
Berdasarkan penjelasan diatas, maka perumusan masalah penelitian ini adalah ”Seberapa Besar pengaruh Citra Merek, motivasi beli dan model komunikasi AIDDA terhadap pendapat pembaca tentang perluasan merek”.
Sebagaimana perumusan masalah diatas, maka identifikasi masalah penelitian Dalam hal ini adalah sebagai berikut :
  • Apakah ada pengaruh citra merek utama terhadap pendapat pembaca tentang perluasan merek?
  • Apakah ada pengaruh Motivasi beli terhadap pendapat pembaca tentang perluasan merek?
  • Apakah ada pengaruh Model komunikasi AIDDA terhadap pendapat pembaca tentang perluasan merek?
  • Apakah ada pengaruh pencitraan merek, motivasi beli dan Model Komunikasi (AIIDA) terhadap pendapat pembaca tentang perluasan merek?
TUJUAN PENELITIAN
Maksud Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perluasan merek yang dibangun oleh Kompas yang memiliki reputasi dan merek yang kuat dalam benak masyarakat pada citra merek , motivasi beli, komunikasi AIDDA surat kabar sebelumnya.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :
Untuk memperoleh pengetahuan yang tepat, sahih, benar, valid serta dapat dipercaya, tentang apakah terdapat pengaruh antara Citra Merek, motivasi beli dan Model komunikasi terhadap perluasan merek
Mencari pola sistematis dan makna pada Citra Merek; motivasi beli serta Komunikasi AIDDA terhadap perluasan merek sehingga dapat melihat perluasan merek yang paling efektif
KEGUNAAN PENELITIAN
ASPEK AKADEMIS
Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran tentang perluasan merek yang dilakukan surat kabar terkemuka dan dapat melengkapi penelitian mengenai perluasan merek yang mulai berkembang belakangan ini pada disiplin ilmu bidang komunikasi khususnya komunikasi massa
ASPEK PRAKTIS
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat yang ingin melakukan perluasan mereknya dan dapat memberikan panduan tentang strategi yang efektif dalam melakukan perluasan merek terutama bagi Harian Kompas.
KAJIAN PUSTAKA
Melany Tambunan (2001) Hubungan brand equity terhadap motivasi beli pembaca media indonesia  dengan kesimpulan : bahwa terdapat hubungan yang positif antara ekuitas merek dengan motivasi membeli konsumen Media Indonesia di Jakarta selatan. Dengan melakukan uji hipotesis Product Moment
Verawati sinaga (2000) Pengaruh citra merek terhadap proses keputusan pembelian konsumen (Studi pada pengguna kosmetik merek Avon di kota bandung) dengan kesimpulan bahwa : Citra merek Avon dibenak sebagian besar konsumen adalah positif, sehingga semakin positif persepsi konsumen terhadap citra merek maka semakin besar pula proses keputusan pembelian konsumen terhadap kosmetik merek Avon dikota Bandung. Dengan menggunakan koefisien Rank spearman.
PUTRI WAHYUNI NASUTION (2007) Tanggapan konsumen tentang perluasan merek (Brand Extention) terhadap loyalitas pelanggan (Studi Kasus pada Konsumen Shampo Lifebuoy di Bandar Lampung) dengan kesimpulan bahwa : PT Unilever Indonesia Tbk melakukan perluasan merek dengan produk shampo Lifebuoy sebagai shampo keluarga sehingga Konsumen akan loyal terhadap suatu merek jika dapat memenuhi keinginan konsumen. Loyalitas pelanggan dapat dilihat dari karakteristik merek, karakteristik perusahaan, karakteristik konsumen. dengan analisis data  kuantitatif yaitu : regresi linier berganda; F hitung > F tabel. Koefisien determinasi (R2) Pengaruh 99,9%, dan sisanya 0,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
PERSPEKTIF TEORI
Hakikat Citra (David Aaker dan John G.Myers) seperangkat anggapan, impresi atau gambaran seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu obyek bersangkutan.
Hakikat motivasi (A.A Anwar Prabumangkunegara) merupakan suatu proses mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Proses motivasi mencakup pengenalan dan penilaian kebutuhan yang belum terpuaskan, penentuan tujuan yang akan memuaskan kebutuhan dan penentuan tindakan yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan.
Hakikat motivasi membeli diartikan sebagai paduan semua faktor dalam diri seseorang atau organisasi yang menciptakan hasrat dan kebutuhan membeli
Hakikat Model Proses Komunikasi AIDDA memiliki lima tahapan yaitu : Kesadaran, minat, keinginan, keputusan, tindakan. Kelima tahapan terebut terdapat tiga aspek komunikasi massa yaitu cognitive, affective dan behavior
Hakikat Merek (Kamus Komunikasi) Istilah bahasa belanda yang berarti tanda khas dalam bentuk kata untuk suatu produk niaga
Hakikat Perluasan Merek (Philip Kotler) Penggunaan merek yang sudah ada pada produk baru dimana produk tersebut memiliki kategori yang berbeda dengan merek yang digunakan. Perluasan merek dibedakan berdasarkan : Perluasan Lini dan Perluasan Kategori
PENGARUH PENCITRAAN; MOTIVASI BELI DAN KOMUNIKASI AIDDA TERHADAP PENDAPAT PEMBACA TENTANG PERLUASAN MEREK
PERUMUSAN HIPOTESIS
Dari kerangka berpikir yang telah dijelaskan di atas dapat dirumuskan suatu hipotesis sebagai berikut:
H0 : Tidak terdapat pengaruh linier antara citra merek. Motivasi beli, model komunikasi AIDDA tentang pendapat pembaca terhadap perluasan merek?
H1 : Terdapat pengaruh linier antara citra merek. Motivasi beli, model komunikasi AIDDA tentang pendapat pembaca terhadap perluasan merek?
Jadi semakin tinggi citra merek, motivasi konsumen untuk membeli suatu produk serta komunikasi AIDDA, semakin kuat pula pengaruh tentang pendapat  pembaca  terhadap perluasan merek.
METODOLOGI PENELITIAN (I)
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di perkantoran Jakarta yang merupakan wilayah potensial pengguna internet sehingga dapat menjadi pangsa pasar potensial untuk memasarkan kompas e-paper juga tersedianya data-data yang dibutuhkan oleh peneliti.  Waktu penelitian dilaksanakan selama tiga bulan terhitung mulai bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2009.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekspos fakto (suatu penelitian yang tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena variabel tersebut telah terjadi atau data variabel tersebut tidak dimanipulasikan) dengan pendekatan analisis Regresi Berganda guna mengetahui :
Pengaruh antara citra merek (brand Image) sebagai variabel X1 (variabel yang mempengaruhi) terhadap Pendapat  pembaca tentang perluasan merek (Brand Extention) variabel yang dipengaruhi.
Pengaruh Motivasi membeli konsumen sebagai variabel X2 (variabel yang mempengaruhi) terhadap Pendapat  pembaca tentang perluasan merek (Brand Extention) variabel yang dipengaruhi.
Pengaruh Model komunikasi AIDDA sebagai variabel X2 (variabel yang mempengaruhi) terhadap Pendapat  pembaca tentang perluasan merek (Brand Extention) variabel yang dipengaruhi.
Citra merek (Brand Image) variabel X1 dan Motivasi Beli variabel X2 serta komunikasi AIDDA (X3) terhadap Pendapat  pembaca tentang perluasan merek (Brand Extention) variabel yang dipengaruhi.
METODOLOGI PENELITIAN (II)
Teknik Analisis
Analisis deskriptif untuk menganalisis perspesi pembaca terhadap citra merek dan perluasan merek serta motivasi membeli
Analisis kuantitatif,  dilakukan dengan menggunakan statistik untuk menguji hipotesis yaitu dengan menggunakan analisis Regresi Berganda dan proses data dibantu dengan Software SPSS
Teknik Pengambilan Sampel
“Populasi adalah jumlah dari keseluruhan objek (satuan/individu) yang karakteristiknya hendak diduga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Pembaca Kompas yang pernah membaca kompas versi e-paper di Jakarta selatan.
Sedangkan populasi terjangkau adalah konsumen yang Membaca Kompas e-paper. Metode dalam pengambilan sample adalah teknik probability sampling dengan cara random sampel sederhana.
Pengambilan sample dengan metode ini bertujuan untuk mendapatkan sample yang representative sesuai kriteria yang ditentukan, Kriteria tersebut adalah responden yang membaca Koran Kompas
POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN
VALIDITAS DAN REALIBILITAS PENELITIAN
Uji Validitas pada penelitian ini adalah dengan menggunakan validitas isi (sejauh mana isi kuesioner mewakili aspek kerangka konsep) dan validitas konstruksi (untuk mengukur konsistensi antara komponen konstruk).
Uji Realibilitas pada penelitian ini dengan menggunakan Alpha Cronbach guna melihat sejauhmana alat ukur tersebut dapat memberikan hasil yang konsisten (relatif tidak berbeda) bila dilakukan pengukuran kembali terhadap suatu fenomena sosial. Nilai reliabilitas semakin baik jika nilai alpha untuk setiap variabelnya mendekati angka 1
DEFINISI KONSEPTUAL PENELITIAN
Yang dimaksud Citra merek dan motivasi beli, komunikasi terhadap pendapat  pembaca tentang perluasan merek oleh peneliti adalah:
Seperangkat ide gambaran seseorang atau sekelompok mengenai kepemilikan suatu objek menyangkut penilaian terhadap produk dan jasa, menimbulkan dorongan konsumen dari dalam serta luar individu dengan proses komunikasi (AIDDA) yang dilakukan untuk memiliki tujuan pemenuhan kebutuhan hidupnya tentang perluasan merek produk dan jasa
ANALISA DAN PEMBAHASAN
KESIMPULAN (I)
Karakteristik dari 200 responden yang terpilih diwawancarai adalah :
Pria (58%) wanita (42%); Usia produktif  yang bekerja dikantoran dari usia 25-29 tahun (50%) sedangkan umur mulai dari 30 -55 (50%); Pendidikan SMU (40%); D3/S1/S2 (60);Lama waktu responden mengakses internet untuk membaca e-paper antara 15 menit – 30 menit  (62%), kurang 15 Menit  (16%); diatas 31 Menit (22% ); Koran e-paper yang sering diakses adalah koran Kompas (65%); Media Indonesia (26%); Republika (7%); Koran Tempo dan Suara Pembaruan (1%)
Citra Merek Koran Kompas menurut responden :
Berita yang diberikan/sajikan menambah wawasan pembaca untuk mendapatkan informasi berita terbaru dan berbeda dengan koran lain.
Peyampaian berita yang mendalam, akurat dan terpercaya serta ketepatan koran yang tepat waktu ketangan pembaca menjadikan bacaan yang bergengsi bagi pembacanya
Motivasi beli koran kompas menurut responden :
Kepuasan membaca koran kompas yang menimbulkan pembelian berulang terhadap koran yang sama.
Kebutuhan dasar dalam mendapatkan informasi berita didapat melalui membaca koran kompas.
Informasi berita koran Kompas sesuai dengan kebutuhan informasi berita sehari hari sesuai dengan keinginan dari dalam diri pembaca.
Komunikasi AIDDA koran kompas  e-paper menurut responden :
Kedalaman isi berita dan up to date kompas e-paper membuat pembaca lebih dalam membaca sehingga menggugah pembaca untuk mengikuti perkembangan berita terkini (up to date).
Kemudahan dalam mengingat sebuah merek  Kompas e-paper sangat penting agar tidak terjadin tumpang tindih dengan merek kompas versi cetaknya
Responden sudah merasa sudah cukup membaca satu koran kompas baik yang e-paper atau versi cetaknya, sedangkan untuk infromasi yang didapat dari koran lain sebagai acuan untuk mengetahui lebih dalam tentang informasi berita koran
Perluasan Merek Koran Kompas e-paper
Kemudahan mendapatkan koran versi cetaknya mendorong untuk membeli  setelah  melihat koran e-papernya .
Frekuensi membaca kompas e-paper lebih sering dibandingkan versi cetaknya
Dengan membaca koran e-paper sudah sama dengan membaca kompas versi cetaknya dikarenakan informasi yang didapat sama.
Perluasan merek yang dilakukan kompas dengan e-paper lebih berkembang dibandingkan perluasan merek dalam bentuk lain (Koran siang, pengembangan rubrik koran)
Akses internet merupakan akses yang cepat untuk mendapatkan informasi terbaru dan up todate dalam informasi berita.
KESIMPULAN (II)
Hasil Analisa korelasi secara parsial untuk masing-masing variabel terhadap perluasan merek :
Korelasi Citra merek terhadap perluasan merek sebesar 0.279 (28%) dapat diartikan mempunyai hubungan yang cukup kuat dan searah serta  mempunyai arti (Significant).
Korelasi Motivasi beli terhadap perluasan merek sebesar 0.369 (37%) dapat diartikan mempunyai hubungan yang cukup kuat dan searah. Serta mempunyai arti (Significant)
Korelasi Komunikasi AIDDA terhadap perluasan merek sebesar -0.385 (-39%) dapat diartikan mempunyai hubungan yang cukup kuat dan tidak searah. Dimana semakin tinggi Komunikasi AIDDA maka pendapat pembaca tentang perluasan merek semakin rendah.
Hasil Analisa Regresi Berganda diperoleh  untuk mengerahui besarnya pengaruh secara gabungan antara pencitraan dan motivasi membeli serta model komunikasi AIDDA terhadap perluasan merek kompas e-paper. sehingga didapat :
Besarnya pengaruh Citra Merek, Motivasi beli serta Komunikasi AIDDA terhadap perluasan merek sebesar 23,7%  sedangkan 76.3% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model ini.
Hubungan antara pencitraan terhadap perluasan merek kompas e-paper sebesar 13.5%, dapat dikatakan terdapat  hubungan secara linier
Hubungan antara Motivasi beli terhadap perluasan merek kompas e-paper sebesar 23.5%, dapat dikatakan terdapat  hubungan secara linier
Hubungan antara Komunikasi AIDDA terhadap perluasan merek kompas e-paper sebesar -29.2%, dapat dikatakan tidak ada terdapat  hubungan secara linier
Setelah melihat tingkat hubungan secara parsial  dan gabungan diperoleh  koefisien persamaan regresi berganda :
Y = 3.0 + 0.128(Citra) + 0.223(Motivasi) – 0.254(Komunikasi Aidda)
Dari seluruh variabel bebas baik secara multiple maupun parsial menunjukkan adanya pengaruh antara variabel Citra dan motivasi beli serta komunikasi AIDDA tentang pendapat pembaca terhadap perluasan merek
SARAN
Dari hasil penelitian ini peneliti memberikan beberapa rekomendasi bagi perluasan merek bagi Kompas e-paper. :
Citra Kompas sebagai koran yang memberikan informasi berita yang akurat dan terpercaya menjadikan pembaca mendapatkan wawasan yang mendalam. Sehingga membawa konsekuensi terhadap perluasan merek yang dilakukan oleh kompas.
Kompas harus mempertimbangkan untuk melakukan komunikasi secara personal dengan pembaca Kompas e-paper. Hal ini berkaitan dengan indikasi di mana dalam perluasan merek Kompas e-paper atribut Komunikasi Aidda ini tidak berbanding lurus  menurut pendapat pembaca.
Pembaca membutuhkan informasi media yang dapat diakses melalui elektronik salah satunya melalui  e-paper  yang dapat di akses secara personal dari internet .
Dalam hal ini Kompas memang tidak harus langsung berkomunikasi secara one on one kepada Pembacanya, tetapi bisa dengan cara menurunkan tingkat konsentrasi segmentasi masalnya kepada komunitas pembaca yang memiliki kesamaan aspirasi dan kepentingan.
Kompas e-paper perlu merumuskan kembali strategi perluasan merek yang lebih personal antara kompas e-paper dan pembaca, supaya nasabah bisa merasakan arti dan sentuhan “personal” dari perluasan merek kompas.
Dengan kondisi pada saat ini, di mana harga kertas terus naik dan kompas harus melayani pembaca setianya setiap hari, Kompas memang harus memprioritaskan perluasan merek dalam system yang masiv.
Namun senada dengan saran yang pertama, penting bagi Kompas  mendesain model perluasan merek yang mampu membuat pembaca merasakan sentuhan personal walau dilayani secara massal.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: