Inmarc’s News

17, Februari, 2008

Definisi dan analisa dalam metode penelitian Content Analysis

Filed under: Komunikasi — inmarcomm @ 2:13 pm

Teknik penelitian untuk menghasilkan inferensi terhadap data verbal dan simbolik, yang dapat diulangi dan valid. Dimana analisis berbentuk dokumen dan teks yang berupaya menguantifikasi isi menurut kategori yang sudah ditetapkan, dengan cara sistematis dan dapat diulang-ulang sehingga Penggunaan prosedur penghitungan dan perekaman yang objektif dan sistematik untuk menghasilkan deskripsi kuantitatif tentang isi simbolik dari sebuah teks. Content Analysis merupakan  bagian dari media centric research  yang focus terhadap struktur pada isi media dan industri komunikasi dengan perhatian berdampak rendah pada audiens yang diharapkan juga bagian dari Effec-centric Research yang  berdampak dan mengambil perhatian terhadap organisasi media berikan.Unit-unit yang dianalisa ü      Sampling units – bagian dari dunia teks yang dianggap dapat berdiri sendiri; memiliki batas yang tegas memisahkan satu unit dari lainnya. Misalnya, “rubrik A” di sebuah tabloid, bukanlah “rubrik B” di tabloid yang sama.ü      Recording units – bagian tertentu dari sampling units yang digambarkan (dideskripsikan) memiliki karakteristik dan kategori tertentu, sehingga dapat dianalisis secara tertentu pula. Misalnya, deskripsi tentang “artis” yang ditulis di “rubrik A”.ü      Context units – batasan tentang hal-hal kontekstual yang dapat dipakai untuk membantu kejelasan gambaran yang dipakai dalam recording units. Misalnya, jika “artis” adalah recording unit, maka konteksnya bisa saja berupa “gosip”. Jenis-jenis Unit yang di analisaü      Fisik – pembatasan sebuah unit berdasarkan volume, waktu tayang, panjang-pendek, dsb.ü      Sintaktis – penggunaan struktur simbol sebagai batas unit: kata, kalimat, alinea, sudut pandang foto, arah garis.ü      Perujukan – sebuah unit dikaitkan dengan sesuatu yang dirujuknya.ü      Proposisional – membatasi unit menurut proposisi dalam kalimat.ü      Tematis – menggunakan struktur makna sebagai batasan. Sampling yang digunakan ü      Random sampling – hanya cocok kalau objek yang diteliti sudah dianggap sangat sistemik dan umum.ü      Stratified sampling – populasi media dapat distratifikasi menurut berbagai keperluan: sebaran geografis, sasaran pembaca, waktu publikasi.ü      Systematic sampling – cocok jika regularitas penerbitan dijadikan pertimbangan.ü      Cluster sampling – jika objek yang diteliti memerlihatkan pengelompokkan secara alamiah.ü      Multistage sampling – gabungan dari berbagai cara sampling, cocok untuk penelitian yang besar.Content = isiü      Kata-kata, makna, gambar, simbol, gagasan, tema, dan semua pesan yang dapat dikomunikasikan.ü      Teks = segala yang tertulis, visual maupun lisan yang digunakan sebagai perantara berkomunikasi.ü      Significant actors: penulis, orang-orang yang ditulis, penulis lain yang berkomentar terhadap tulisan, komunitas penulis tentang topik yang sama, media.ü      Content in context : pesan memiliki lebih dari 1 makna, makna belum tentu disepakati oleh penulis dan analis. Sebab itu data tekstual perlu diletakkan dalam konteks.Kerangka pikirData sebagaimana terlihat/diterima oleh analis. Tidak melihat “di balik data” Data diletakkan pada konteks (di mana data itu berada). Konteks ini juga harus yang terlihat, biasanya merupakan “content” juga (pesan, teks). Analis/peneliti juga punya realita sendiri, sehingga pasti ada bias. Sehingga ada tujuan analisis yang sudah ditetapkan sebelumnya yang merupakan Inferensi sebagai dasar pengambilan keputusan intelektual dan validitas sebagai kriteria nilai-guna penelitian.Fungsi dan kegunaan Content Analysis ü      Content Analysis  berguna kalau data tekstual berjumlah besar, karena Content Analysis  pada prinsipnya memakai teknik reduksi.ü      Content Analysis  melihat data yang sudah terjadi “dari jauh” (at a distance), sehingga sebenarnya Content Analysis  meneliti sejarah sebuah teks.ü      Content Analysis  melihat teks secara lebih cermat, sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda dibandingkan kalau teks tersebut dibaca secara sekilas dan casual.Yang dapat dilakukan Content Analysis  ü      Mengukur trends, pola, perbedaan-perbedaan dari berbagai teks.ü      Mengukur/mengenakan standar terhadap teks: seberapa bagus isi-pesan menurut ukuran tertentu à evaluasi, identifikasi masalah, audit.ü      Mengamati gejala (symptoms) à kata dan bahasa dianggap sebagai petunjuk dari fenomena lain.ü      Mengamati linguistic representations à bagaimana bahasa digunakan di lingkungan tertentu.ü      Institutional process à bagaimana teks diproduksi.Kelebihan dan kelemahan Content Analysisü      Sangat transparan dan mudah diulangi.ü      Dapat digunakan untuk longitudinal (penelitian yang panjang).ü      Cocok untuk prinsip “tidak ikut campur”.ü      Cocok untuk penelitian yang tidak dapat mengakses langsung orang yang diteliti.ü      Tidak menilai kualitas dokumen secara keseluruhan.ü      Mengandalkan coding yang dipengaruhi realita dan selera coder.ü      Kurang dapat menemukan aspek laten dari teks.ü      Kurang dapat menjawab aspek “mengapa”.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: